Finding Investment Opportunity in the Industry 4.0 era - Sosialisasi Pasar Modal


Halo Sobat KSPM FE UM!!!
Dalam rangka menyemarakkan rangkaian kegiatan KSPM FE UM, pada tahun 2019 ini kita mengadakan rangkaian proker pertama kita lhoo sobat yaitu "Sosialisasi Pasar Modal".

yang diikuti oleh kurang lebih 250 anggota KSPM FE UM. Kita sebagai mahasiswa masa kini tentunya pernah mendengar dong apa itu Pasar Modal? Nah sehubungan dengan semakin banyaknya mahasiswa yang penasaran dengan dunia pasar modal dan ingin ikut serta dalam kegiatan yang ada dalam pasar modal maka terbentuklah kegiatan sosialisasi pasar modal.

Tim Humas KSPM mengutip berita dari suryamalang.com

Open Recruitment Pengurus dan Anggota Baru KSPM 2019

         

             Halo sobat Semuannya !!! Sudah siap jadi calon investor muda?  Yukk simak postingan kita kali ini. Nahh  disini kita akan memberikan gambaran mengenai bagaimana prosedur dari Open Recuitment pengurus dan anggota baru KSPM 2019. Apa sih sebenarnya perbedaan dari pengurus dan anggota?

Pengurus
              Peran pengurus di sini yaitu terlibat aktif dalam kegiatan-kegiatan KSPM sebagai pengelola, mulai dari menyusun, menyiapkan, hingga menjalankan program kerja yang ada di KSPM. Untuk pendaftaran pengurus hanya diperuntukkan bagi mahasiswa aktif FE UM maksimal semester 4.

Anggota
              Peran anggota yaitu untuk mendapatkan manfaat dari KSPM yaitu mulai dari kemudahan untuk menjadi investor, mendapatkan kegiatan-kegiatan keanggotaan seperti workshop, kajian, dan informasi-informasi tentang pasar modal dari KSPM sendiri. Untuk menjadi anggota KSPM, tidak hanya terbatas bagi mahasiswa FE UM, namun bisa dari fakultas lain.

Keterangan singkat tiap divisi kepengurusan di KSPM

Divisi SDM (Sumber Daya Manusia)
Memberdayakan pengurus dan anggota KSPM.
Sub Divisi : Keorganisasian, Keanggotaan

Divisi Litbang (Penelitian dan Pengembangan)
Meningkatkan akademis anggota dan pengurus.
Sub Divisi : Pelatihan, Sosialisasi 

Divisi Infokom (Informasi dan Komunikasi)
Publikasi dan desain.
Sub Divisi : IT, Humas 



Nah, itu tadi gambaran singkat mengenai perbedaan antara pengurus dan anggota sobat, yuk langsung saja klik link pendaftaran dibawah ini ya sobat. . . 


Link Pendaftaran !

Pengurus  : >>Link Pendaftaran Pengurus<<

Anggota    : >>Link Pendaftaran Anggota<<


**Modul Materi Tes Tulis Open Recruitment KSPM FE UM 2019 (download pada icon dibawah ini)



Apa itu Saham?



Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang paling popular. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan instrument investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu memberikan tingkat keuntungan yang menarik.
Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).
Pada dasarnya, ada dua keuntungan yang diperoleh investor dengan membeli atau memiliki saham, yaitu:
·     Keuntungan Saham
1.     Dividen
Dividen merupakan pembagian keuntungan yang diberikan perusahaan dan berasal dari keuntungan yang dihasilkan perusahaan. Dividen diberikan setelah mendapat persetujuan dari pemegang saham dalam RUPS. Jika seorang pemodal ingin mendapatkan dividen, maka pemodal tersebut harus memegang saham tersebut dalam kurun waktu yang relatif lama yaitu hingga kepemilikan saham tersebut berada dalam periode dimana diakui sebagai pemegang saham yang berhak mendapatkan dividen.
Dividen yang dibagikan perusahaan dapat berupa dividen tunai – artinya kepada setiap pemegang saham diberikan dividen berupa uang tunai dalam jumlah rupiah tertentu untuk setiap saham - atau dapat pula berupa dividen saham yang berarti kepada setiap pemegang saham diberikan dividen sejumlah saham sehingga jumlah saham yang dimiliki seorang pemodal akan bertambah dengan adanya pembagian dividen saham tersebut.

2.     Capital Gain
Capital Gain merupakan selisih antara harga beli dan harga jual. Capital Gain terbentuk dengan adanya aktivitas perdagangan saham di pasar sekunder. Misalnya Investor membeli saham ABC dengan harga per saham Rp 3.000 kemudian menjualnya dengan harga Rp 3.500 per saham yang berarti pemodal tersebut mendapatkan Capital Gain sebesar Rp 500 untuk setiap saham yang dijualnya.

 Sebagai instrument investasi, saham memiliki risiko, antara lain:
·     Risiko Saham
1.     Capital Loss
Merupakan kebalikan dari Capital Gain, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli. Misalnya saham PT. XYZ yang di beli dengan harga Rp 2.000,- per saham, kemudian harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 1.400,- per saham. Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 1.400,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 600,- per saham.

2.     Risiko Likuidasi
Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan). Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut. Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.
Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut. Supply dan demand tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondis

Berikut adalah jenis-jenis saham yang dibagi menjadi tiga berdasarkan karakternya masing-masing.
a.    Jenis Saham dari Segi Kemampuan dalam Hak Tagih atau Klaim
1.     Saham Biasa (Common Stocks)
Saham jenis ini mempunyai karakteristik yaitu bisa melakukan klaim kepemilikan pada semua penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan. Namun demikian, pemilik atau pemegang saham jenis ini hanya memiliki kewajiban yang terbatas. Keuntungannya adalah jika terjadi resiko terburuk misalnya perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.
2.     Saham Preferen (Preferred Stocks)
Jenis saham ini didesain sebagai gabungan antara obligasi dan saham biasa. Beberapa investor menyukai jenis saham yang bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi). Secara umum, karakteristik saham preferen sama halnya dengan saham biasa yang bisa mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut, dan membayar dividen. Pemegang saham ini juga bisa melakukan klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividennya tetap selama masa berlaku dari saham, dan memiliki hak tebus dan dapat dipertukarkan (convertible) dengan saham biasa. Hal ini yang membuat saham ini mirip dengan obligasi, dan banyak diminati investor.

b.        Jenis Saham dari Segi Cara Peralihannya
1.     Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks)
Secara fisik, pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya. Hal ini bertujuan agar mudah dipindahtangankan dari satu investor satu ke investor lainnya. Banyak investor yang memiliki saham ini dengan tujuan memang untuk diperjualbelikan. Investor tidak perlu khawatir karena secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

2.     Saham Atas Nama (Registered Stocks)
Kebalikan dari saham atas unjuk, pada saham atas nama pemegang saham tertulis jelas namanya di dalam kertas saham dan cara peralihannya pun juga harus melalui prosedur tertentu.

c.         Jenis Saham dari Segi Kinerja Perdagangan
1.     Blue Chip Stocks
Jenis saham ini banyak diburu investor karena berasal dari perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai petinggi di industrinya, dan memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
2.     Income Stocks
Jenis saham ini juga mempunyai keunggulan dalam hal kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Kemampuan menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai menjadi daya tarik tersediri bagi investor.
3.     Growth Stocks(Well-Known)
Mirip dengan blue chip, saham jenis ini memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai petinggi di industri sejenis dan dikenal sebagai perusahaan yang mempunyai reputasi tinggi.
4.     (Lesser-Known)
Walaupun bukan sebagai petinggi dalam industri, namun jenis saham ini tetap memiliki ciri growth stock. Biasanya merupakan saham dari perusahaan daerah dan kurang populer di kalangan emiten.
5.     Speculative Stocks
Investor dengan profil resiko high risk, bisa mencoba jenis saham ini. Saham ini berpotensi menghasilkan laba tinggi di masa depan, namun tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun.
6.     Counter Cyclical Stocks
Jenis saham ini paling stabil saat kondisi ekonomi bergejolak karena tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Ilustrasinya jika terjadi resesi ekonomi, maka harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi. Hal ini bisa terjadi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi.

Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagai tempat transkasi jual beli dan pendaftaran saham saat ini mempunyai jenis saham baru yang diperdagangkan yaitu ETF (Exchange Trade Fund) yang merupakan gabungan reksadana terbuka dengan saham dan pembelian di bursa seperti halnya saham di pasar modal bukan di Manajer Investasi (MI). Bagi investor yang terbiasa bermain di bursa efek, sistem layanan satu pintu dalam transaksi ETF tentu sangat memudahkan.

ETF dibagi 2, yaitu ETF index dan Close and ETFs. Pada ETF index, investor bisa mengalokasikan dananya dalam sekumpulan portofolio efek yang terdapat pada satu indeks tertentu dengan proporsi yang sama. Sedangkan pada Close and ETFs, Saham jenis ini diperdagangkan di bursa efek dalam bentuk investasi tertutup dan dikelola secara aktif.






Daftar rujukan




Lembaga Penunjang Pasar Modal


Halo sobat KSPM !!!! Tahukah kamu lembaga-lembaga penunjamg di pasar modal? Dan apa saja fungsinya?




        Dalam dunia pasar modal, lembaga penunjang tidak hanya diperlukan sebagai penunjang aktivitas pasar modal tetapi juga pendukung operasional dalam pasar modal. Selain itu, lembaga penunjang pasar modal juga berfungsi untuk memberikan pelayanan kepada pegawai dan masyarakat umum untuk melakukan transaksi di pasar modal. Lembaga penunjang pasar modal ini terdiri dari:
  1. 1Bank Kustodian yaitu lembaga yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan dari suatu perusahaan ataupun perorangan.
  2. Biro Administrasi Efek yaitu pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten melaksanakan pencatatan pemilikan efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan efek.
  3. Wali Amanat merupakan pihak yang mewakili kepentingan pemegang Efek bersifat utang atau sukuk untuk melakukan penuntutan baik di dalam maupun di luar pengadilan, yang berkaitan dengan kepentingan pemegang efek bersifat utang atau sukuk tersebut tanpa surat kuasa khusus.
  4. Perusahaan Pemeringkat Efek merupakan penasihat investasi berbentuk Perseroan Terbatas yang melakukan kegiatan pemeringkatan dan memberikan peringkat



Lembaga Penunjang Pasar Modal
Lembaga penunjang pasar modal merupakan lembaga-lembaga di pasar modal yang berfungsi sebagai penunjang atau pendukung bekerjanya pasar modal. Lembaga penunjang pasar modal terdiri dari Bank Kustodian, Biro Administrasi Efek, Wali Amanat, dan Pemeringkat Efek. Berikut merupakan penjelasan lembaga pasar modal beserta pengertian dan tugas-tugasnya.
1.    Bank Kustodian
Bank Kustodian termasuk salah satu lembaga penunjang pasar modal. Bank Kustodian adalah bank yang mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk bertindak sebagai  tempat penitipan kolektif dan dari asset seperti saham, obligasi, serta melaksanakan tugas administrasi seperti menagih hasil penjualan, menerima deviden, mengumpulkan informasi mengenai perusahaan acuan seperti misalnya rapat umum pemegang saham tahunan, menyelesaikan transaksi penjualan dan pembelian, melaksanakan transaksi dalam valuta asing apabila diperlukan, serta menyajikan laporan atas seluruh aktivitasnya sebagai kustodian kepada kliennya.
2.        Biro Administrasi Efek
Lembaga penunjang pasar modal berikutnya adalah biro administrasi efek. Secara umum, biro administrasi efek adalah pihak yang mencatat kepemilikan efek. Biro Administrasi Efek adalah pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten melaksanakan pencatatan pemilikan efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan efek.
Fungsi Biro Administrasi Efek bertujuan untuk menyediakan jasa bagi emiten dalam bentuk pencatatan dan pemindahan kepemilikan efek-efek emiten. Hal tersebut berlaku baik pada perdana maupun pada pasar sekunder. Terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Biro Administrasi Efek, antara lain:
1.      Membantu emiten dan underwriter dalam rangka emisi efek.
2.      Melaksanakan kegiatan penyimpanan dan pengalihan hal atas saham para investor.
3.      Menyusun Daftar Pemegang Saham dan perubahannya untuk melakukan Pembukaan Pemegang Saham (pembuatan Daftar Pemegang Saham) atas permintaan emiten.
4.      Menyiapkan korespondensi emiten kepada pemegang saham, misalnya pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham dan pengumuman pembayaran deviden atas nama emiten.
5.      Membuat laporan-laporan bila diminta oleh instansi berwewenang, seperti OJK

3.    Wali Amanat

Wali amanat atau trustee menjadi lembaga penunjang pasar modal berikutnya. Yang dimaksud wali amanat bisa berupa bank umum dan pihak lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah untuk mewakili kepentingan pemegang efek yang bersifat utang. Wali amanat hanya diperlukan jika perusahaan menerbitkan efek dalam bentuk obligasi.
Lembaga ini akan bertindak sebagai wali pemberi amanat. Pemberi amanat adalah investor, sehingga wali amanat akan mewakili kepentingan investor. Kemudian, tugas wali amanat dalam penerbitan obligasi adalah:
1.      Menganalisis kemampuan dan kredibilitas emiten
2.      Menilai kekayaan emiten yang akan dijadikan jaminan.
3.      Melakukan pengawasan terhadap kekayaan emiten.
4.      Mengikuti secara terus-menerus perkembangan perusahaam emiten dan jika diperlukan memberi nasihat kepada emiten.
5.      Melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pembayaran bunga dan pinjaman pokok obligasi.
6.      Sebagai agen utama pembayaran.
4.        Pemeringkat Efek
Lembaga penunjang pasar modal yang terakhir adalah Perusahaan Pemeringkat Efek. Perusahaan Pemeringkat Efek adalah penasihat investasi berbentuk Perseroan Terbatas yang melakukan kegiatan pemeringkatan dan memberikan peringkat. Dalam melaksanakan kegiatannya, Perusahaan Pemeringkat Efek wajib terlebih dahulu mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan.
Perusahaan Pemeringkat Efek wajib melakukan kegiatan pemeringkatan secara independen, bebas dari pengaruh pihak yang memanfaatkan jasa Perusahaan Pemeringkat Efek, obyektif, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam pemberian peringkat. Perusahaan Pemeringkat Efek dapat melakukan pemeringkatan atas obyek pemeringkatan sebagai berikut:
  • Efek bersifat utang, Sukuk, Efek Beragun Aset atau Efek lain yang dapat diperingkat;
  • Pihak sebagai entitas (company rating), termasuk Reksa Dana dan Dana Investasi Real Estat Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

https://www.ojk.go.id/id/kanal/pasar-modal/Pages/Lembaga-dan-Profesi-Penunjang.aspx