Sejarah Pasar Modal Dunia


Hallo Sobat KSPM!!! penasaran gak sih tentang sejarah awal pasar modal dunia. Dibawah ini merupakan beberapa ulasan mengenai sejarah pasar modal dunia yang telah dirangkum oleh tim litbang KSPM FE UM.
Sejarah awal munculnya perdagangan saham atau pasar modal di dunia Internasional tercatat dimulai dari abad ke-3 SM. Pada masa ini, pemikiran tentang pembagian penyertaan modal atau saham telah dikenal sejak zaman kekaisaran Romawi Kuno, zaman disaat sistem pembagian keuntungan telah dikenal luas. Kala itu, pemerintah pusat di Roma memutuskan untuk menyewa jasa sekelompok pengusaha swasta yang dikenal dengan kaum Publican.
Kaum Publican pada umumnya merupakan para kontraktor umum. Pekerjaan lain mereka adalah menjadi penyedia jasa bagi kekaisaran. Misalnya, mengurus persediaan bahan logistik militer, mengelola dan mengumpulkan pajak dari suatu wilayah atau pelabuhan, serta mengerjakan proyek pembangunan fasilitas umum. Biasanya, pihak kekaisaran melakukan sistem tender dalam membagikan pekerjaan atau proyek kepada kaum Publican. Kaum Publican akan memberikan penawaran harga terlebih dahulu sebelum akhirnya kekaisaran menyetujui dan memberikan tender tersebut kepada mereka.
Hal ini dilakukan oleh kekaisaran karena mereka ingin mendelegasikan tugas yang sebagian besar timbul karena semakin bertambah luasnya wilayah jajahan kekaisaran Romawi. Sehingga, mengakibatkan kekaisaran harus fokus dalam mengurus wilayah jajahan mereka dan memaksimalkan kekuatan pasukan militer mereka.
Disamping itu, kekaisaran Romawi juga membutuhkan pemasukan dari pajak. Tetapi, mereka kekurangan tenaga untuk memungut pajak ke seluruh daerah jajahan. Akhirnya, mereka menyerahkan urusan pemungutan pajak ini kepada pihak swasta. Nantinya, pihak kekaisaran Romawi akan melakukan bagi hasil dengan perusahaan swasta dari total hasil pajak yang didapat.
Pemerintah kekaisaran Romawi melakukan lelang pada waktu-waktu yang telah ditentukan setiap beberapa tahun sekali. Lelang ini bertujuan untuk pengumpulan pajak daerah-daerah wilayah jajahan Romawi.
Hasil pemungutan pajak di wilayah tersebut diberikan kepada pemenang lelang. Nantinya, dia harus menyetorkan pajak yang telah dikumpulkan sesuai nominal yang diajukan pada saat penawaran kepada kekaisaran pada saat akhir tenggang waktu yang telah ditentukan. Mereka yang melakukan pengumpulan pajak akan mendapatkan komisi dari pajak tersebut. Inilah yang dilakukan oleh Kaum Publican.
Kaum Publican akan mendapat keuntungan dari setiap kelebihan yang mereka peroleh dari pengumpulan pajak untuk rakyat. Namun, mereka akan merugi bila hasil pengumpulan pajak ternyata lebih kecil daripada target. Mereka pun berkewajiban menutupi kekurangan tersebut. Akibatnya, kaum Publican pun tak mau menanggung rugi. Mereka sesama pemilik modal besar bekerja sama dalam melakukan pengumpulan pajak. Sistem kerja tersebut jelas memberikan resiko yang besar kepada kaum publican. Oleh karena itu, kaum Publican kebanyakan didominasi oleh kaum Kapitalis yang memiliki modal, selain itu juga melakukan pengumpulan pajak. Sehingga, resiko yang ditanggung oleh masing-masing orang yang menjadi lebih kecil. Perjanjian kerja sama mereka ini disebut socii jika kerja samanya melibatkan banyak pihak dan disebut pariculae jika kerja samanya hanya melibatkan sedikit pihak.

Deed of Exchange, Dokumen Saham Pertama Di dunia
Pada tahun 850-an, dilakukan eksploitasi tembaga di wilayah Falun di Swedia yang dikelola oleh penduduk lokal. Dokumen tertulis pertama bertanggal 16 juni 1288 yang menjelaskan tentang tambang tersebut, dikenal dengan Deed of Exchange. Dokumen Deed of Exchange ini disahkan oleh Raja Swedia pada saat itu yang bernama Magnus Biggerson beserta Uskup Kepala Uppsala serta tiga uskup lainnya. Di dalam dokumen ini terdapat penjelasan mengenai pembagian sebanyak superdelapan dari hasil tambang untuk seorang uskup dari Swedia bernama Peter.
Pada masa itu, pengelolaan dan administrasi tambang tak lagi dilakukan oleh penduduk lokal secara parsial, tetapi dikelola dengan baik oleh sebuah badan yang lebih terorganisir. Anggota dari badan tersebut pada umumnya adalah para bangsawan Swedia beserta pedagang-pedagang dari langerbeck, Jerman Utara. Mereka melakukan banyak investasi di dalam pendirian tambang-tambang di wilayah tersebut. Dokumen yang ditandatangani oleh raja Swedia Magnus Biggerson pada tanggal 16 juni 1288 ini dikenal sebagai dokumen saham pertama di dunia.
Venice 1262 
Pada tahun 1262 di Venice, pemerintah Venice mengalami kesulitan keuangan. Hal ini terjadi karena mereka mempunyai sejumlah utang yang besar dan harus segera dilunasi. Sebagai jalan keluarnya, pemerintah Vinice kemudian mengubah utang-utang mereka menjadi berbentuk bonds atau surat-surat utang. Siasat ini menjadi sebuah kiat yang jitu karena berhasil mengatasi masalah kesulitan keuangan di Venice.
Kesuksesan yang dialami Venice ini kemudian juga diikuti oleh sejumlah kota dan pemerintah lain, termasuk di Inggris. Saat itu, pemerintah Inggris di bawah pimpinan raja William III membentuk sebuah lembaga yang disebut The English National Debt pada tahun 1693. Lembaga  The English National Debt  ini merupakan sebuah lembaga Utang Nasional Inggris. Tugas lembaga ini adalah menerbitkan surat-surat berharga. Surat-surat berharga tersebut mirip dengan obligasi yang diperdagangkan dipasar modal pada masa saat sekarang. Hal ini pun juga kemudian diikuti oleh serikat-serikat dagang besar lain di seluruh dunia. Mereka mulai ikut menerbitkan surat-surat berharga untuk diperdagangkan.
Pada saat itu, sudah ada semacam agen yang bertindak sebagai orang ketiga. Tugas agen tersebut adalah mempertemukan penjual dan pembeli surat-surat berharga. transaksi ini sering dilakukan di sebuah kedai kopi bernama Jonathan, sebuah kedai kopi yang sangat terkenal pada saat itu. Kedai kopi Jonathan kemudian berubah nama menjadi The Stock Exchange yang bermakna tempat menukar saham pada tahun 1733. Meskipun demikian, para pelaku pasar saham pada saat itu hanyalah orang-orang tertentu saja. Mereka adalah orang-orang kaya bermodal besar. Hal ini disebabkan karena pada umumnya, pialang atau orang ketiga kala itu bertindak mewakili diri mereka sendiri. Dalam hal ini, mereka membeli atau menjual saham semata untuk kepentingan sendiri atau dengan menjadi wakil atau dikenal juga dengan nama proxy untuk para bangsawan pemilik modal, serta orang kaya lainnya. Pasar modal ini pun terus berkembang hingga mencapai ke seluruh Benua Eropa, Amerika, hingga ke Asia termasuk Indonesia.

Vereinigte Ostindische Compagnie
Vereinigte Ostindische Compagnie atau lebih dikenal dengan VOC berawal dari kisah pada akhir abad ke-16. Pada saat itu, para pedagang dari Belanda yang merupakan retailer terbesar rempah-rempah kal itu berkumpul dan bermufakat. Hasilnya adalah mereka membentuk beberapa badan seperti Compagnie van Verre, Brabantse Compagnie, dan Rotterdamse Compagnie yang tujuannya tidak lain adalah untuk mengambil alih perdagangan rempah-rempah yang sebelumnya dikuasai oleh Spanyol dan Portugis.
Akibatnya, aroma persaingan di antara para pedagang Eropa semakin menjadi. Sehingga, semakin tidak kondusifnya keadaan pada waktu itu, maka pihak pemerintah akhirnya ikut campur. Kerajaan masing-masing membekali pedagang mereka dengan armada perang. Armada-armada perang tersebut ikut dikirimkan menyertai misi dagang. Keadaan ini tentu saja menimbulkan perang diantara kerajaan-kerajaan di Eropa. Akibatnya, berimbas pada jatuhnya harga rempah-rempah dunia.
Terjadinya hal tersebut memicu rasa tidak aman diantara para pedagang Belanda. Apalagi harga komoditas dagangan mereka, yaitu rempah-rempah juga mengalami penurunan. Akhirnya, para pedagang asal Belanda bertemu dan memutuskan kerja sama. Mereka bersatu dengan membentuk sebuah perusahaan dagang berskala nasional bernama VOC. VOC dibentuk dari gabungan tiga perusahaan besar di Belanda. Mereka dibentuk pada tanggal 20 Maret 1602 dengan rekomendasi Gubernur Jendral Prinz Johann Moriz von Nassau (1606-1679).
VOC awalnya membuka enam kantor cabang dan Amsterdam dijadikan sebagai kantor pusat perdagangan sementara cabang lain ada di Deft, Seeland, Hoorn, Rotterdam, dan Enkhuizen. Setiap cabang VOC menunjuk calon direksi masing-masing hingga mencapai jumlah 75 orang direksi ini kemudian dipilih diangkat menjadi direktur eksekutif perusahaan. VOC mendapatkan modal awalnya sebesar 6424.588 Guilders yang disertakan dalam pembentukan perusahaan tersebut. Jumlah tersebut terbilang sangat besar pada masa itu. VOC bisa sukses dalam penggalangan modal mereka dengan cara menawarkan saham mereka kepada publik. Para pemilik memutuskan untuk menjual saham mereka dengan nominal harga 3000 Guilders yang dapat diperjualbelikan. Sehingga, saham-saham itu pun kemudian terjual dengan cepat.
Harga nominal saham VOC per lembar tersebut tidak ditentukan oleh pemerintah kerajaan Belanda. Akan tetapi, harga tersebut ditentukan oleh perusahaan indipenden, perusahaan independen ini berperan sebagai reseller yang ikut memperjualbelikan saham VOC tersebut. Dua orang ikut direktur ditunjuk untuk mengelola tata cara pembelian dan penjualan sertifikat saham VOC yang berpusat di Amsterdam dan berperan sebagai reseller  dalam memperjualbelikan saham tersebut. Karena itulah, kantor pusat VOC ini atau yang dikenal dengan nama Amsterdam Office dapat dikenal dunia sebagai pasar modal pertama di dunia. Di samping itu, VOC juga menerbitkan sertifikat obligasi dengan jangka waktu tiga sampai dengan 12 bulan yang ditujukan untuk menutupi kebutuhan operasionalnya.
Berikut sejarah singkat pasar modal di berbagai negara.
1.    Sejarah Pasar Modal di Amerika Serikat
Pada tahun 1792 secara resmi dibentuk lembaga bursa di New York oleh 24 pialang sebagai cikal bakal New York Stock Exchange (NYSE) dan tahun 1817 asosiasi pialang tersebut menyiapkan pembentukan NYSE board. Pada April 1875 SEC (Securities and Exchange Commission) mengadakan regulasi berupa penghapusan tarif komisi dan 2 tahun mengizinkan pialang asing menjadi anggota bursa AS.
2.    Sejarah Pasar Modal di Inggris
Di London kegiatan jual beli efek sejak tahun 1773, baru tahun 1802 didirikan gedung bursa dengan anggota 550. Abad 19 sekitar 30 bursa lokal bermunculan di Inggris. Tahun 1890 membentuk Council Of Associated Stock Exchange. Tahun 1886 mengubah namanya menjadi The International Stock Exchange Of The United Kingdom and The Republic of Ireland Ltd, yang dikenal juga sebagai Recognized Investment Exchange (RIE) dengan anggota sebanyak 210 Broker/Pialang.
3.    Sejarah Pasar Modal Di Belanda
Merupakan bursa paling awal di dunia yaitu tahun 1611 di damsquare Amsterdam dengan saham yang dijualnya adalah saham VOC.
4.    Sejarah Pasar Modal Di Jepang
Pertama kali dibuka pada tahun 1878 .Tahun 1887 berhasil mengalahkan New York dengan posisi no 1 sejak perang dunia. Perusahaan yang go public sebanyak 1571 emiten. Jepang menguasai 40% dari total bursa global.

Daftar Rujukan

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »