Lembaga Penunjang Pasar Modal


Halo sobat KSPM !!!! Tahukah kamu lembaga-lembaga penunjamg di pasar modal? Dan apa saja fungsinya?




        Dalam dunia pasar modal, lembaga penunjang tidak hanya diperlukan sebagai penunjang aktivitas pasar modal tetapi juga pendukung operasional dalam pasar modal. Selain itu, lembaga penunjang pasar modal juga berfungsi untuk memberikan pelayanan kepada pegawai dan masyarakat umum untuk melakukan transaksi di pasar modal. Lembaga penunjang pasar modal ini terdiri dari:
  1. 1Bank Kustodian yaitu lembaga yang bertanggung jawab untuk mengamankan aset keuangan dari suatu perusahaan ataupun perorangan.
  2. Biro Administrasi Efek yaitu pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten melaksanakan pencatatan pemilikan efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan efek.
  3. Wali Amanat merupakan pihak yang mewakili kepentingan pemegang Efek bersifat utang atau sukuk untuk melakukan penuntutan baik di dalam maupun di luar pengadilan, yang berkaitan dengan kepentingan pemegang efek bersifat utang atau sukuk tersebut tanpa surat kuasa khusus.
  4. Perusahaan Pemeringkat Efek merupakan penasihat investasi berbentuk Perseroan Terbatas yang melakukan kegiatan pemeringkatan dan memberikan peringkat



Lembaga Penunjang Pasar Modal
Lembaga penunjang pasar modal merupakan lembaga-lembaga di pasar modal yang berfungsi sebagai penunjang atau pendukung bekerjanya pasar modal. Lembaga penunjang pasar modal terdiri dari Bank Kustodian, Biro Administrasi Efek, Wali Amanat, dan Pemeringkat Efek. Berikut merupakan penjelasan lembaga pasar modal beserta pengertian dan tugas-tugasnya.
1.    Bank Kustodian
Bank Kustodian termasuk salah satu lembaga penunjang pasar modal. Bank Kustodian adalah bank yang mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan untuk bertindak sebagai  tempat penitipan kolektif dan dari asset seperti saham, obligasi, serta melaksanakan tugas administrasi seperti menagih hasil penjualan, menerima deviden, mengumpulkan informasi mengenai perusahaan acuan seperti misalnya rapat umum pemegang saham tahunan, menyelesaikan transaksi penjualan dan pembelian, melaksanakan transaksi dalam valuta asing apabila diperlukan, serta menyajikan laporan atas seluruh aktivitasnya sebagai kustodian kepada kliennya.
2.        Biro Administrasi Efek
Lembaga penunjang pasar modal berikutnya adalah biro administrasi efek. Secara umum, biro administrasi efek adalah pihak yang mencatat kepemilikan efek. Biro Administrasi Efek adalah pihak yang berdasarkan kontrak dengan emiten melaksanakan pencatatan pemilikan efek dan pembagian hak yang berkaitan dengan efek.
Fungsi Biro Administrasi Efek bertujuan untuk menyediakan jasa bagi emiten dalam bentuk pencatatan dan pemindahan kepemilikan efek-efek emiten. Hal tersebut berlaku baik pada perdana maupun pada pasar sekunder. Terdapat beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Biro Administrasi Efek, antara lain:
1.      Membantu emiten dan underwriter dalam rangka emisi efek.
2.      Melaksanakan kegiatan penyimpanan dan pengalihan hal atas saham para investor.
3.      Menyusun Daftar Pemegang Saham dan perubahannya untuk melakukan Pembukaan Pemegang Saham (pembuatan Daftar Pemegang Saham) atas permintaan emiten.
4.      Menyiapkan korespondensi emiten kepada pemegang saham, misalnya pengumuman Rapat Umum Pemegang Saham dan pengumuman pembayaran deviden atas nama emiten.
5.      Membuat laporan-laporan bila diminta oleh instansi berwewenang, seperti OJK

3.    Wali Amanat

Wali amanat atau trustee menjadi lembaga penunjang pasar modal berikutnya. Yang dimaksud wali amanat bisa berupa bank umum dan pihak lain yang ditetapkan dengan peraturan pemerintah untuk mewakili kepentingan pemegang efek yang bersifat utang. Wali amanat hanya diperlukan jika perusahaan menerbitkan efek dalam bentuk obligasi.
Lembaga ini akan bertindak sebagai wali pemberi amanat. Pemberi amanat adalah investor, sehingga wali amanat akan mewakili kepentingan investor. Kemudian, tugas wali amanat dalam penerbitan obligasi adalah:
1.      Menganalisis kemampuan dan kredibilitas emiten
2.      Menilai kekayaan emiten yang akan dijadikan jaminan.
3.      Melakukan pengawasan terhadap kekayaan emiten.
4.      Mengikuti secara terus-menerus perkembangan perusahaam emiten dan jika diperlukan memberi nasihat kepada emiten.
5.      Melakukan pemantauan dan pengawasan terhadap pembayaran bunga dan pinjaman pokok obligasi.
6.      Sebagai agen utama pembayaran.
4.        Pemeringkat Efek
Lembaga penunjang pasar modal yang terakhir adalah Perusahaan Pemeringkat Efek. Perusahaan Pemeringkat Efek adalah penasihat investasi berbentuk Perseroan Terbatas yang melakukan kegiatan pemeringkatan dan memberikan peringkat. Dalam melaksanakan kegiatannya, Perusahaan Pemeringkat Efek wajib terlebih dahulu mendapatkan izin usaha dari Otoritas Jasa Keuangan.
Perusahaan Pemeringkat Efek wajib melakukan kegiatan pemeringkatan secara independen, bebas dari pengaruh pihak yang memanfaatkan jasa Perusahaan Pemeringkat Efek, obyektif, dan dapat dipertanggungjawabkan dalam pemberian peringkat. Perusahaan Pemeringkat Efek dapat melakukan pemeringkatan atas obyek pemeringkatan sebagai berikut:
  • Efek bersifat utang, Sukuk, Efek Beragun Aset atau Efek lain yang dapat diperingkat;
  • Pihak sebagai entitas (company rating), termasuk Reksa Dana dan Dana Investasi Real Estat Berbentuk Kontrak Investasi Kolektif.

https://www.ojk.go.id/id/kanal/pasar-modal/Pages/Lembaga-dan-Profesi-Penunjang.aspx

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »